Prinsip kerja conveyor secara umum
Dalam Prinsip kerja belt conveyor yang akan dibahas disini adalah prinsip kerja conveyor type belt , untuk type lainnya ( screw , chain dan gravity roller ) akan dibahas dalam artikel terpisah .
Pada pinsipnya sebuah belt conveyor itu bekerja akibat berputarnya head pulley , dan head pulley ini diputar oleh motor penggerak .
Untuk transmisi daya dari motor penggerak ada yang langsung dan ada pula yang tidak langsung , Untuk yang langsung terlihat seperti pada gambar diatas , jadi as head pulley langsung di connect ke lubang as motor gearbox , sedangkan yang tidak langsung dari motor penggerak , masih diconnect menggunakan rantai dan sproket , perhatikan gambar berikut ini :

Dan gambar diatas itulah yang saya maksud tenaga dari motor penggerak masih menggunakan transmisi daya berupa rantai dan sproket .
PENGGERAK MESIN CONVEYOR
Sedangkan sumber penggeraknya juga ada dua macam ( untuk yang menggunakan motor listrik ) yakni : Ada yang langsung menggunakan motor listrik yang terpisah antara motor listrik dengan reducer speed , dan yang lainnya lagi yakni sudah bersatu dari pabriknya antara motor listrik dengan reducer .

Pada gambar diatas bagian kiri itulah yang saya maksud dengan penggerak terpisah , artinya motor listriknya dengan reducer speed dipisah , dan keduanya dihubungkan dengan menggunakan vanbelt , sedangkan dari reducer speed ke head pulley dihubungkan dengan menggunakan rantai dan sproket .
Sedangkan pada gambar yang kanan, itulah yang disebut motorgearbox yag sudah bersatu dari pabrik , keuntungannya menggunakan jenis penggerak ini adalah simple dan praktis artinya membutuhkan banyak ruang. Dan aplikasi pemakaiannya perhatikan gambar berikut ini :
Keuntungan mesin conveyor yang menggunakan penggerak terpisah ini adalah mudah dalam hal perawatannya , jika terjadi kerusakan maka kita bisa menggantinya hanya bagian yang rusak saja , misalnya motor listriknya yang rusak maka kita tinggal mengganti motor listriknya , begitu juga dengan reducer speed-nya , jika terjadi kerusakan maka kita cukup mengganti reducer speed-nya .
Kalau memperhatikan gambar conveyor diatas , pada gambar yang kanan itulah yang dinamakan motor gearbox yang sudah bersatu antara motor listrik dengan gearbox , sedangkan pada bagian kiri itulah yang disebut ” terpisah ” artinya antara reducer speed dengan motor listriknya terpisah , keduanya dihubungkan dengan menggunakan vanbelt . model seperti ini banyak yang digunakan untuk menggerakkan mesin conveyor untuk mengangkut pasir tambang dan batubara .
Prinsip kerja screw conveyor
Berbeda dengan type belt conveyor , pada type ini untuk memindahkan material di atasnya bukan berdasarkan ban berjalan , namun karena dorongan sebuah screw yang berputar. Karena putaran screw itulah maka benda yang di letakkan di sela – sela daun screw akan di dorong ke depan .

Putaran screw di peroleh karena daya yang diberikan oleh motor gearbox. Gearbox yang berputar langsung di hubungkan pada as screw . Sehingga ketika motor gearbox berputar maka otomatis as juga akan berputar juga .
Screw conveyor ini banyak dipakai di lokasi pabrik – pabrik . Namun ada juga lokasi pengolahan hasil perkebunan yang menggunakan mesin screw conveyor ini .
Saat ini ada 2 jenis screw conveyor yakni :
- With shaft
- Shaftless ( tanpa shaft )
Sesuai dengan namanya bahwa with shaft artinya bahwa daun screw dilengkapi dengan as , sedangkan shaftless pada daun screw tidak dilengkapi dengan as .
Prinsip kerja chain conveyor
Ada type lain selain belt conveyor dan screw conveyor yakni chain conveyor . Kalau dilihat dari prinsip kerjanya mirip dengan ban berjalan ( belt conveyor ) namun untuk chain conveyor ini belt nya diganti dengan chain ( rantai ) .
Rantai conveyor biasanya tidak full utuh sepanjang pulley conveyor , namun hanya diletakkan di sisi – sisi conveyor saja . Chain conveyor kebanyakan digunakan untuk mengangkut material berat , misalnya di pabrik otomotif atau engine manufacture .
Mesin screw conveyor