Cutting blade
Cutting blade atau dalam bahasi Indonesia dikenal juga dengan nama pisau pemotong . Dalam hal ini cutting blade yang akan kami ulas dalam artikel ini bukan pisau pemotong yang digunakan untuk memotong daging di dapur , namun lebih di tekankan pada pisau pemotong untuk mesin pencacah / penghancur / pencincang .
Bahan / material
Ada banyak yang seringkali digunakan sebagai bahan pembuatan cutting blade diantaranya adalah :
- Per baja ( biasanya bekas per mobil )
- Cold work tool steel , misalnya : SKD-11 , Xtra KNL , disebut dengan cold work tool steel sebab baja ini digunakan untuk menghancurkan atau mencacah / memotong non logam yang tidak menimbulkan panas pada ujung pisau . Contoh material yang tidak menimbulkan panas misalnya : plastik , kulit binatang , material organik , kayu balok , kayu lapis , tas , kain , dll . Jenis material ini seringkali di pakai pada mesin pencacah plastik , mesin penghancur kain , dll
- Hot work tools steel , misalnya : SKD-61 , DHA Word . Bahan ini dinamakan hot work tool steel sebab bahan ini digunakan untuk memotong / mencacah material logam yang mana nantinya akan menimbulka panas pada ujung pisau , contohnya material yang menimbulkan panas adalah : besi baja UNP , seng , kawat tembaga , drum besi , kaleng cat , galvalum , dll
Harden / sepuh / heat treatment
Dalam proses pembuatan cutting blade ( pisau ) di atur dengan tingkat kekerasan tertentu . Tujuannya agar durability ketajamannya awet ( tahan lama ) artinya operator tidak terlalu sering mengasah pisau .
Dalam proses harden harus berhati – hati terutama untuk cutting blade dengan bentuk tipis dan panjang , jika tidak berhati – hati maka resiko yang sering terjadi adalah :
- Melenting
- Patah .
I. Melenting
Terkadang para pembuat pisau crusher blade sering menerima order pisau yang tipis dan panjang . Saat di harden maka akan melenting , sebagai solusi mereka menambah ketebalan pisau .
Jika diharapkan hasil akhir 10 mm , maka dalam proses pembuatan 20 mm , setelah di harden akan ada melenting . Nah bagian yang melenting inilah nanti di grinding .
Memang kerja 2 kali sih , namun itulah terkadang solusinya jika konsumen ingin tetap ngotot membuat cutting blade dengan bentuk yang tipis dan panjang .
Namun untuk bahan cutting blade yang tebal dan pendek tidak dikwatirkan melenting sebab ini cukup kuat .
II. Patah
Resiko lainnya dari bahan pisau yang tipis dan panjang adalah patah , perlu keahlian khusus dalam hal harden material yang mudah patah .